Wadah Dit
klakson tambahan adalah klakson yang tidak standar dan membutuhkan arus listrik yang lebih besar dari klakson standar, sehingga klakson ini membutuhkan tambahan unit relay agar dapat maksimal bekerja. Untuk skema pemasangan relay klakson yang lebih terperinci harap membacanya terlebih dahulu pada artikel Pasang Relay Klakson.
Yang perlu disediakan
Satu unit saklar 3 kaki dengan 2 posisi geser. Usahakan carilah saklar dengan dimensi yang tidak kecil, karena nantinya saklar ini akan menanggung beban arus listrik untuk klakson standar. Untuk penjelasan lebih lanjut, saklar ini akan saya ketik sebagai saklar selector.
Kabel secukupnya. Pilih yang berukuran diameter sedang (diameter yang dimaksud adalah ukuran konduktor tembaganya, tidak termasuk bungkus karet isolatornya), patokannya: jangan lebih kecil dari semua kabel motor yang ada di balik batok lampu. Lebih besar lebih baik, tetapi terlalu besar pun akan menyulitkan pemasangan dan penyambungan kabel itu sendiri.
Terminal colokan (sekun) jikalau diperlukan.
Isolator (isolasi) untuk listrik, biasanya berwarna hitam dan kenyal, cocok untuk menutup sambungan kabel secara fleksibel dan rapi.
Peralatan pendukung seperti: tang potong dan gunting. Akan lebih baik apabila tersedia solder dan timah untuk memperkuat sambungan terminal dan kabel.
Yang perlu diperhatikan
Agar dapat lebih memahami skema dual klakson ini, Anda juga diwajibkan membaca dan memahami artikel Pasang Relay Klakson.
Bagi brother yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman seputar kelistrikan, dapat menunjuk pihak lain misalnya mekanik BERES Suzuki untuk membantu pemasangan instalasi relay ini.
Tahap pemasangan
Untuk instalasi kabel beserta terminalnya, penataan kabel oleh kabel tis, penggunaan isolator (isolasi), penyolderan timah, tidak akan dijelaskan disini karena dianggap sudah mengerti. Agar lebih mudah memahami, silakan menilik gambar skema yang sudah disediakan.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari posisi peletakan saklar selector dengan syarat: mudah terlihat, mudah dijangkau oleh jari tangan, namun tidak mengganggu fungsi panel yang lain. Pencarian posisi ini penting sebagai patokan panjang kabel yang akan digunakan kemudian.
Pada klakson standar, ada dua kabel yang terhubung padanya yaitu kabel berwarna orange dan kabel berwarna green (hijau). Cabutlah terminal kabel green (hijau) tersebut dari kaki klakson standar.
Lalu pindah-hubungkan kabel green (hijau) ke kaki tengah pada saklar selector. Gunakanlah kabel tambahan apabila kabel green (hijau) ini tidak dapat cukup menjangkau saklar selectornya.
Sementara itu, kaki klakson yang tadinya terhubung ke kabel green (hijau), sekarang menjadi kosong, alias tidak terhubung kemanapun. Hubungkan kaki ini ke salah satu kaki pinggir yang ada di saklar selector.
Sampai tahap ini, kita bisa melakukan uji coba kelayakan kerja klakson standar. Geser kunci kontak ke posisi ON, lalu tekan saklar klakson pada stang kemudi sebelah kiri. jikalau klakson tidak berbunyi, geser saklar selector ke posisi yang lain, lalu tekan kembali saklar klakson pada stang kemudi, seharusnya klakson standar akan berbunyi. Jikalau tidak berbunyi, periksa kembali pekerjaan Anda sebelumnya. Begitu juga sebaliknya, apabila pada pertama kali menekan saklar klakson dan ternyata klakson langsung berbunyi, geserlah saklar selector ke posisi yang lain, lalu tekan kembali saklar klakson, seharusnya klakson standar tidak akan berbunyi.
Unit klakson kedua adalah klakson non standar yang bekerja dengan relay. Seperti terlihat pada gambar yang saya sertakan, kaki relay nomor 86 dihubungkan ke kaki pinggir saklar selector yang masih belum terpakai (belum terhubung kemanapun).
Lakukan kembali uji coba seperti di atas. Geser kunci kontak ke posisi ON. Tekanlah saklar klakson pada stang kemudi sebelah kiri. Jikalau klakson standar yang berbunyi, geserlah saklar selector ke posisi yang lain, lalu tekan kembali saklar klakson, seharusnya klakson kedua akan berbunyi. Begitu juga sebaliknya.
Rabu, 11 Mei 2011
Cara Kerja Relay....
Wadah Dit
Disini kita akan bahas relay pada umumnya...
Relay Segi (contoh : Hella, Bosch dll)
relay terdiri dari 2 terminal trigger, 1 terminal input dan 1 terminal output.
Terminal trigger : yaitu terminal yang akan mengaktifkan relay..seperti alat electronic lainya relay akan aktif apabila di aliri arus + dan arus -. Nah pada contoh relaya yang kita gunakan terminal trigger ini adalah 85 dan 86.
Terminal input : yaitu terminal tempat kita memberikan masukan..pada contoh adalah terminal 30
Terminal output : yaitu tempat keluarnya output....pada contoh adalah terminal 87
Penjelasan Gambar :
Terminal trigger pertama2 dihubungkan dengan arus plus (85) ..kemudian melalui saklar terminal 86 di berikan arus -, seketika setelah saklar di aktifkan ..maka relay akan aktif..kok bisa ?????
Sebenarnya terminal 85 dan 86 (terminal trigger) itu adalah ujung dari kumparan yang melilit pada sebuah inti besi..sesuai dengan hukum fisika apa gitu gue lupa...jika sebuah inti besi dililitkan kumparan dan pada kumparan tersebut dialiri arus listrik maka inti besi tersebut akan menghasilkan medan magnet.....
nah demikian juga yang terjadi disini..inti besi menghasilkan medan magnet (ditandai dengan warna ungu ) ...seketika setelah kumparan dialiri arus ...kemudian medan magnet yang terjadi di inti besi menarik bridge (warna hijau) yang terbuat dari logam.(biasanya besi)....
Nah ketika bridge ini tertarik maka terminal 30 dan 87 akan tersambung....sesuai dengan namanya bridge itu menghubungkan jurang antara 30 dan 87.
Saat ini lah dikatakan RELAY AKTIF
Saat relay aktif tinggal kita yang menggunakan jalan yang sudah tidak terpisah oleh jurang tadi untuk menghantarkan sesuatu...dari terminal input (30) ke terminal output (87).....jika sudah aktif begini apapun bisa di hantarkan dari 30 ke 87...contoh jika kita kasih arus + di 30 maka di 87 akan keluar arus + atau sebaliknya ....
sebagai contoh extreme jika kita kasih terminal 30 air maka di 87 akan keluar air.....he..he..contoh saja ..tapi kan gak mungkin air mengalir dalam logam padat....
otomotifnet
Disini kita akan bahas relay pada umumnya...
Relay Segi (contoh : Hella, Bosch dll)
relay terdiri dari 2 terminal trigger, 1 terminal input dan 1 terminal output.
Terminal trigger : yaitu terminal yang akan mengaktifkan relay..seperti alat electronic lainya relay akan aktif apabila di aliri arus + dan arus -. Nah pada contoh relaya yang kita gunakan terminal trigger ini adalah 85 dan 86.
Terminal input : yaitu terminal tempat kita memberikan masukan..pada contoh adalah terminal 30
Terminal output : yaitu tempat keluarnya output....pada contoh adalah terminal 87
Penjelasan Gambar :
Terminal trigger pertama2 dihubungkan dengan arus plus (85) ..kemudian melalui saklar terminal 86 di berikan arus -, seketika setelah saklar di aktifkan ..maka relay akan aktif..kok bisa ?????
Sebenarnya terminal 85 dan 86 (terminal trigger) itu adalah ujung dari kumparan yang melilit pada sebuah inti besi..sesuai dengan hukum fisika apa gitu gue lupa...jika sebuah inti besi dililitkan kumparan dan pada kumparan tersebut dialiri arus listrik maka inti besi tersebut akan menghasilkan medan magnet.....
nah demikian juga yang terjadi disini..inti besi menghasilkan medan magnet (ditandai dengan warna ungu ) ...seketika setelah kumparan dialiri arus ...kemudian medan magnet yang terjadi di inti besi menarik bridge (warna hijau) yang terbuat dari logam.(biasanya besi)....
Nah ketika bridge ini tertarik maka terminal 30 dan 87 akan tersambung....sesuai dengan namanya bridge itu menghubungkan jurang antara 30 dan 87.
Saat ini lah dikatakan RELAY AKTIF
Saat relay aktif tinggal kita yang menggunakan jalan yang sudah tidak terpisah oleh jurang tadi untuk menghantarkan sesuatu...dari terminal input (30) ke terminal output (87).....jika sudah aktif begini apapun bisa di hantarkan dari 30 ke 87...contoh jika kita kasih arus + di 30 maka di 87 akan keluar arus + atau sebaliknya ....
sebagai contoh extreme jika kita kasih terminal 30 air maka di 87 akan keluar air.....he..he..contoh saja ..tapi kan gak mungkin air mengalir dalam logam padat....
otomotifnet
Cara buat Starter ala Matic
Wadah Dit
Starter motor matic biasanya hanya bisa on berbarengan dengan menekan tuas rem, baik rem belakang maupun rem depan. Itu sudah menjadi standar keamanan motor matic agar tidak langsung mbalap ketika di-start. Pada motor biasa (non-matic), pengamanan serupa pun bisa diterapkan. Saya mempraktekkan di Honda Blade 110R 2009 yang saya pakai menggantikan SupraX 2004.
Caranya sangat sederhana. Siapkan saja rellay DC 12V berkaki 5 atau 8 dengan kapasitas switch 5A – 240VAC, 30VDC, kabel secukupnya, dan isolasi. Kebutuhan lainnya cuma solder dan timahnya, obeng, dan sedikit ketrampilan mbengkel.
Cara perakitan:
Buka tutup setang -atau tutup lampu-, lepas salah satu kabel starter, hubungkan kabel yang terlepas tadi ke kaki relay nomor 9 dan/atau 12, sedangkan terminal switch yang nganggur karena dilepas tadi dihubungkan dengan kaki rellay nomor 5 dan/atau 8. Kaki rellay nomor 14 dihubungkan dengan ground atau kabel (-), dan kaki rellay nomor 13 dihubungkan dengan lampu rem (+). Coba dulu sebelum dipasang tutup setangnya. Kabel yang terbuka sangat disarankan di-isolasi. Gampang kan???
mengamankan agar motor tidak lari ketika distarter dalam keadaan masuk gigi, pengaman ini juga berguna manakala tombol starter tersentuh dan motor dalam keadaan mesin hidup, dinamo starter tidak mengalami kerusakan.
Starter motor matic biasanya hanya bisa on berbarengan dengan menekan tuas rem, baik rem belakang maupun rem depan. Itu sudah menjadi standar keamanan motor matic agar tidak langsung mbalap ketika di-start. Pada motor biasa (non-matic), pengamanan serupa pun bisa diterapkan. Saya mempraktekkan di Honda Blade 110R 2009 yang saya pakai menggantikan SupraX 2004.
Caranya sangat sederhana. Siapkan saja rellay DC 12V berkaki 5 atau 8 dengan kapasitas switch 5A – 240VAC, 30VDC, kabel secukupnya, dan isolasi. Kebutuhan lainnya cuma solder dan timahnya, obeng, dan sedikit ketrampilan mbengkel.
Cara perakitan:
Buka tutup setang -atau tutup lampu-, lepas salah satu kabel starter, hubungkan kabel yang terlepas tadi ke kaki relay nomor 9 dan/atau 12, sedangkan terminal switch yang nganggur karena dilepas tadi dihubungkan dengan kaki rellay nomor 5 dan/atau 8. Kaki rellay nomor 14 dihubungkan dengan ground atau kabel (-), dan kaki rellay nomor 13 dihubungkan dengan lampu rem (+). Coba dulu sebelum dipasang tutup setangnya. Kabel yang terbuka sangat disarankan di-isolasi. Gampang kan???
mengamankan agar motor tidak lari ketika distarter dalam keadaan masuk gigi, pengaman ini juga berguna manakala tombol starter tersentuh dan motor dalam keadaan mesin hidup, dinamo starter tidak mengalami kerusakan.
Pengaman Rahasia untuk Sepeda Motor
Wadah Dit
Cara Kerja:
Pada saat gigi persneling dalam keadaan NETRAL, sepedamotor dapat distarter seperti biasa. Ketika masuk ke gigi satu, mesin otomatis mati, kecuali kita nyalakan “hint” tertentu sebelumnya. Hint bisa berupa penyalaan lampu depan, lampu rem, lampu sein, klakson, dan lain sebagainya. Ayo kita buat rangkaiannya!…
Bahan dan peralatan yang dibutuhkan masih sama seperti oprek-oprek motor Blade berstarter ala matic yaitu relay DC12V 8pin, kabel secukupnya, solder dan timahnya, isolasi, untuk peralayan ini ditambah satu relay lagi 4pin saja, dan dua buah dioda 1 ampere. Rangkaian untuk trigger/pemicu menggunakan klakson dan lampu sein atau lampu lain berbeda karena klakson menganut saklar negatif.
Ini gambar skemanya:
Bila ingin lebih kreatif lagi, skema di atas bisa diulang atau disusun bertingkat, atau gunakan relay elektronik bertingkat, misalnya memanfaatkan transistor SCR. Dengan demikian, kunci rahasia bisa jadi berurutan misalnya sein kanan, lampu rem, klakson… baru kendaraan bisa dijalankan. Ribet ya??? Gantikan saja pemicunya dengan tombol pencet atau bisa lebih canggih menggunakan touchscreen. Tinggal pencet kombinasi angka yang sudah disetel sebelumnya. Terserah, mau pilih dua, tiga, empat, bahkan sembilan atau sepuluh kombinasi, bisa-bisa saja diaplikasikan tergantung tingkatan skema yang dibuat. Beres deh! (applause)
andy.web.id
Cara Kerja:
Pada saat gigi persneling dalam keadaan NETRAL, sepedamotor dapat distarter seperti biasa. Ketika masuk ke gigi satu, mesin otomatis mati, kecuali kita nyalakan “hint” tertentu sebelumnya. Hint bisa berupa penyalaan lampu depan, lampu rem, lampu sein, klakson, dan lain sebagainya. Ayo kita buat rangkaiannya!…
Bahan dan peralatan yang dibutuhkan masih sama seperti oprek-oprek motor Blade berstarter ala matic yaitu relay DC12V 8pin, kabel secukupnya, solder dan timahnya, isolasi, untuk peralayan ini ditambah satu relay lagi 4pin saja, dan dua buah dioda 1 ampere. Rangkaian untuk trigger/pemicu menggunakan klakson dan lampu sein atau lampu lain berbeda karena klakson menganut saklar negatif.
Ini gambar skemanya:
Bila ingin lebih kreatif lagi, skema di atas bisa diulang atau disusun bertingkat, atau gunakan relay elektronik bertingkat, misalnya memanfaatkan transistor SCR. Dengan demikian, kunci rahasia bisa jadi berurutan misalnya sein kanan, lampu rem, klakson… baru kendaraan bisa dijalankan. Ribet ya??? Gantikan saja pemicunya dengan tombol pencet atau bisa lebih canggih menggunakan touchscreen. Tinggal pencet kombinasi angka yang sudah disetel sebelumnya. Terserah, mau pilih dua, tiga, empat, bahkan sembilan atau sepuluh kombinasi, bisa-bisa saja diaplikasikan tergantung tingkatan skema yang dibuat. Beres deh! (applause)
andy.web.id
Selasa, 10 Mei 2011
Pasang Dual Klakson di Suzuki Satria F150
Wadah Dit
Yang perlu disediakan
Satu unit saklar 3 kaki dengan 2 posisi geser. Usahakan carilah saklar dengan dimensi yang tidak kecil, karena nantinya saklar ini akan menanggung beban arus listrik untuk klakson standar. Untuk penjelasan lebih lanjut, saklar ini akan saya ketik sebagai saklar selector.
Kabel secukupnya. Pilih yang berukuran diameter sedang (diameter yang dimaksud adalah ukuran konduktor tembaganya, tidak termasuk bungkus karet isolatornya), patokannya: jangan lebih kecil dari semua kabel motor yang ada di balik batok lampu. Lebih besar lebih baik, tetapi terlalu besar pun akan menyulitkan pemasangan dan penyambungan kabel itu sendiri.
Terminal colokan (sekun) jikalau diperlukan.
Isolator (isolasi) untuk listrik, biasanya berwarna hitam dan kenyal, cocok untuk menutup sambungan kabel secara fleksibel dan rapi.
Peralatan pendukung seperti: tang potong dan gunting. Akan lebih baik apabila tersedia solder dan timah untuk memperkuat sambungan terminal dan kabel.
Yang perlu diperhatikan
Agar dapat lebih memahami skema dual klakson ini, Anda juga diwajibkan membaca dan memahami artikel Pasang Relay Klakson.
Bagi brother yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman seputar kelistrikan, dapat menunjuk pihak lain misalnya mekanik BERES Suzuki untuk membantu pemasangan instalasi relay ini.
Tahap pemasangan
Untuk instalasi kabel beserta terminalnya, penataan kabel oleh kabel tis, penggunaan isolator (isolasi), penyolderan timah, tidak akan dijelaskan disini karena dianggap sudah mengerti. Agar lebih mudah memahami, silakan menilik gambar skema yang sudah disediakan.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari posisi peletakan saklar selector dengan syarat: mudah terlihat, mudah dijangkau oleh jari tangan, namun tidak mengganggu fungsi panel yang lain. Pencarian posisi ini penting sebagai patokan panjang kabel yang akan digunakan kemudian.
Pada klakson standar, ada dua kabel yang terhubung padanya yaitu kabel berwarna orange dan kabel berwarna green (hijau). Cabutlah terminal kabel green (hijau) tersebut dari kaki klakson standar.
Lalu pindah-hubungkan kabel green (hijau) ke kaki tengah pada saklar selector. Gunakanlah kabel tambahan apabila kabel green (hijau) ini tidak dapat cukup menjangkau saklar selectornya.
Sementara itu, kaki klakson yang tadinya terhubung ke kabel green (hijau), sekarang menjadi kosong, alias tidak terhubung kemanapun. Hubungkan kaki ini ke salah satu kaki pinggir yang ada di saklar selector.
Sampai tahap ini, kita bisa melakukan uji coba kelayakan kerja klakson standar. Geser kunci kontak ke posisi ON, lalu tekan saklar klakson pada stang kemudi sebelah kiri. jikalau klakson tidak berbunyi, geser saklar selector ke posisi yang lain, lalu tekan kembali saklar klakson pada stang kemudi, seharusnya klakson standar akan berbunyi. Jikalau tidak berbunyi, periksa kembali pekerjaan Anda sebelumnya. Begitu juga sebaliknya, apabila pada pertama kali menekan saklar klakson dan ternyata klakson langsung berbunyi, geserlah saklar selector ke posisi yang lain, lalu tekan kembali saklar klakson, seharusnya klakson standar tidak akan berbunyi.
Unit klakson kedua adalah klakson non standar yang bekerja dengan relay. Seperti terlihat pada gambar yang saya sertakan, kaki relay nomor 86 dihubungkan ke kaki pinggir saklar selector yang masih belum terpakai (belum terhubung kemanapun).
Lakukan kembali uji coba seperti di atas. Geser kunci kontak ke posisi ON. Tekanlah saklar klakson pada stang kemudi sebelah kiri. Jikalau klakson standar yang berbunyi, geserlah saklar selector ke posisi yang lain, lalu tekan kembali saklar klakson, seharusnya klakson kedua akan berbunyi. Begitu juga sebaliknya.
Yang perlu disediakan
Satu unit saklar 3 kaki dengan 2 posisi geser. Usahakan carilah saklar dengan dimensi yang tidak kecil, karena nantinya saklar ini akan menanggung beban arus listrik untuk klakson standar. Untuk penjelasan lebih lanjut, saklar ini akan saya ketik sebagai saklar selector.
Kabel secukupnya. Pilih yang berukuran diameter sedang (diameter yang dimaksud adalah ukuran konduktor tembaganya, tidak termasuk bungkus karet isolatornya), patokannya: jangan lebih kecil dari semua kabel motor yang ada di balik batok lampu. Lebih besar lebih baik, tetapi terlalu besar pun akan menyulitkan pemasangan dan penyambungan kabel itu sendiri.
Terminal colokan (sekun) jikalau diperlukan.
Isolator (isolasi) untuk listrik, biasanya berwarna hitam dan kenyal, cocok untuk menutup sambungan kabel secara fleksibel dan rapi.
Peralatan pendukung seperti: tang potong dan gunting. Akan lebih baik apabila tersedia solder dan timah untuk memperkuat sambungan terminal dan kabel.
Yang perlu diperhatikan
Agar dapat lebih memahami skema dual klakson ini, Anda juga diwajibkan membaca dan memahami artikel Pasang Relay Klakson.
Bagi brother yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman seputar kelistrikan, dapat menunjuk pihak lain misalnya mekanik BERES Suzuki untuk membantu pemasangan instalasi relay ini.
Tahap pemasangan
Untuk instalasi kabel beserta terminalnya, penataan kabel oleh kabel tis, penggunaan isolator (isolasi), penyolderan timah, tidak akan dijelaskan disini karena dianggap sudah mengerti. Agar lebih mudah memahami, silakan menilik gambar skema yang sudah disediakan.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari posisi peletakan saklar selector dengan syarat: mudah terlihat, mudah dijangkau oleh jari tangan, namun tidak mengganggu fungsi panel yang lain. Pencarian posisi ini penting sebagai patokan panjang kabel yang akan digunakan kemudian.
Pada klakson standar, ada dua kabel yang terhubung padanya yaitu kabel berwarna orange dan kabel berwarna green (hijau). Cabutlah terminal kabel green (hijau) tersebut dari kaki klakson standar.
Lalu pindah-hubungkan kabel green (hijau) ke kaki tengah pada saklar selector. Gunakanlah kabel tambahan apabila kabel green (hijau) ini tidak dapat cukup menjangkau saklar selectornya.
Sementara itu, kaki klakson yang tadinya terhubung ke kabel green (hijau), sekarang menjadi kosong, alias tidak terhubung kemanapun. Hubungkan kaki ini ke salah satu kaki pinggir yang ada di saklar selector.
Sampai tahap ini, kita bisa melakukan uji coba kelayakan kerja klakson standar. Geser kunci kontak ke posisi ON, lalu tekan saklar klakson pada stang kemudi sebelah kiri. jikalau klakson tidak berbunyi, geser saklar selector ke posisi yang lain, lalu tekan kembali saklar klakson pada stang kemudi, seharusnya klakson standar akan berbunyi. Jikalau tidak berbunyi, periksa kembali pekerjaan Anda sebelumnya. Begitu juga sebaliknya, apabila pada pertama kali menekan saklar klakson dan ternyata klakson langsung berbunyi, geserlah saklar selector ke posisi yang lain, lalu tekan kembali saklar klakson, seharusnya klakson standar tidak akan berbunyi.
Unit klakson kedua adalah klakson non standar yang bekerja dengan relay. Seperti terlihat pada gambar yang saya sertakan, kaki relay nomor 86 dihubungkan ke kaki pinggir saklar selector yang masih belum terpakai (belum terhubung kemanapun).
Lakukan kembali uji coba seperti di atas. Geser kunci kontak ke posisi ON. Tekanlah saklar klakson pada stang kemudi sebelah kiri. Jikalau klakson standar yang berbunyi, geserlah saklar selector ke posisi yang lain, lalu tekan kembali saklar klakson, seharusnya klakson kedua akan berbunyi. Begitu juga sebaliknya.
Wadah Dit
SPST (single-pole single-throw) swith
Saklar kutub-tunggal lemparan-tunggal.
SPST rocker switch
Saklar sederhana dan paling umum digunakan, untuk mengubah status dari padam (off) ke nyala (on), dimana bila ditekan ke satu arah, saklar memutus sambungan sehingga sirkuit membuka, dan bila ditekan ke arah sebaliknya, saklar mengubungkan sambungan sehingga sirkuit menutup.Banyak digunakan pada berbagai perangkat listrik dan elektronik, terutama sebagai saklar daya (power switch) atau saklar nyala | padam utama (main on | off switch).
Contohnya adalah seperti yang digunakan sebagai saklar catu daya (power supply) komputer., dan juga tipe saklar yang digunakan di dinding rumah.
SPST toggle switch
Saklar SPST sederhana dan juga umum digunakan, untuk mengubah status dari padam (off) ke nyala (on), dimana bila ditekan ke satu arah, saklar memutus sambungan sehingga sirkuit membuka, dan bila ditekan ke arah sebaliknya, saklar mengubungkan sambungan sehingga sirkuit menutup. Kelebihan saklar ini adalah pengoperasiannya menggunakan tungkai (lever), shg bisa diperpanjang atau diperjauh jarak jamahnya.
SPST key switch
Saklar ini hadir dalam berbagai bentuk. Berfungsi untuk melakukan pengamanan terbatas (limited security).
Contohnya adalah seperti yang digunakan sebagai saklar kunci kontak sepedamotor dan mobil.
SPST DIP (dual in-line package) switch
Saklar ini umumnya digunakan pada PCB (printed circuit board) | papan rangkaian tercetak elektronik, untuk meilih berbagai konfigurasi operasi.
Contohnya adalah seperti yang digunakan pada PCB komputer.
PTM (push to make) switch | NOPB (normaly-open push-button)
PTB (push to-break) switch) | NCPB (normaly-close push-button)
Saklar tekan, tombol atau kancing-tekan (push button) adalah saklar yang beroperasi dengan cara ditekan, dan jenis berbeda melakukan dua fungsi berbeda, dimana,
PTM (push to make) switch | NOPB (normaly-open push-button) adalah tombol menutup sirkuit bila ditekan, dan
PTB (push to-break) switch) | NCPB (normaly-close push-button) adalah tombol yang membuka sirkuit bila ditekan. Jika tekanan dilepaskan atau terjadi tekanan berikutnya, maka akan menormalkan kembali tombol ke posisi semula dan sirkuit kembali ke status semula.
Contoh tombol PTM | NOPB adalah seperti yang digunakan sebagai tombol klakson sepedamotor dan mobil.
Contoh tombol PTB | NCPB adalah seperti yang digunakan sebagai tombol penyala lampu penerangan-dalam pada pintu kulkas dan pintu mobil, dimana lampu padam bila pintu ditutup dan sebaliknya menyala bila pintu dibuka..
SPDT (single-pole double-throw) switch | SPSS (single-pole selector switch)
Saklar kutub-tunggal lemparan-ganda.Umumnya digunakan sebagai saklar pemilih (selector) dua sirkuit, atau sebagai pengganti pasangan dua saklar SPST untuk efisiensi.
com = common | shared contact point, atau titik kontak umum | bersama.
SPDT rocker switch
SPDT toggle switch
SPDT slide switch
SPDT micro switch
Saklar mikro bisa sangat kecil. Biasanya dipasang pada suatu lengan yang ketika tertekan karena dipegang membuat klik saklar sehingga sirkuit menutup.
Saklar ini meski sangat kecil tapi sangat berguna dalam berbagai perangkat listrik dan elektronik, antara lain sebagai saklar keselamatan (safety switch) yang menghindarkan dan mencegah peguna dari sengatan listrik yang tak perlu terjadi dan menahan arus listrik terus-menerus mengalir ketika tak diperlukan. Ketika saklar mikro membuka dengan sendirinya sirkuit listrik pun terputus.
DPST (doube-pole single-throw) switch
Saklar kutub-ganda lemparan-tunggal. Digunakan untuk memutus atau menghubungkan sambung dua jalur kelistrikan sekaligus. Biasanya satu kutub untuk listrik positiv dan satu kutub untuk listrik negativ.
DPST rocker switch
DPDT (double-pole double-throw) switch | DPSS (double-pole selector switch)
Saklar kutub-ganda lemparan-ganda.Umumnya digunakan sebagai saklar pemilih (selector) dua sirkuit, atau sebagai pengganti pasangan dua saklar SPDT atau sebagai pengganti pasangan dua saklar DPST untuk efisiensi.
DPDT slide switch
Saklar geser kutub-ganda lemparan-ganda.
Contoh saklar geser DPDT adalah seperti yang digunakan sebagai saklar pemilih lampu belok (turn lampu, sign lamp) sepedamotor.
TPST (triple-pole single-throw) switch
Saklar kutub-tiga lemparan-tunggal. Digunakan untuk memutus atau menghubungkan sambung tiga jalur kelistrikan sekaligus.
MPST (multi-pole single-throw) switch | push-button
Saklar | tombol kutub-rangkap. Digunakan untuk memutus atau menghubungkan sambung beberapa jalur kelistrikan sekaligus.
______________________________
Sumber: heribudi.blogspot.com
SPST (single-pole single-throw) swith
Saklar kutub-tunggal lemparan-tunggal.
SPST rocker switch
Saklar sederhana dan paling umum digunakan, untuk mengubah status dari padam (off) ke nyala (on), dimana bila ditekan ke satu arah, saklar memutus sambungan sehingga sirkuit membuka, dan bila ditekan ke arah sebaliknya, saklar mengubungkan sambungan sehingga sirkuit menutup.Banyak digunakan pada berbagai perangkat listrik dan elektronik, terutama sebagai saklar daya (power switch) atau saklar nyala | padam utama (main on | off switch).
Contohnya adalah seperti yang digunakan sebagai saklar catu daya (power supply) komputer., dan juga tipe saklar yang digunakan di dinding rumah.
SPST toggle switch
Saklar SPST sederhana dan juga umum digunakan, untuk mengubah status dari padam (off) ke nyala (on), dimana bila ditekan ke satu arah, saklar memutus sambungan sehingga sirkuit membuka, dan bila ditekan ke arah sebaliknya, saklar mengubungkan sambungan sehingga sirkuit menutup. Kelebihan saklar ini adalah pengoperasiannya menggunakan tungkai (lever), shg bisa diperpanjang atau diperjauh jarak jamahnya.
SPST key switch
Saklar ini hadir dalam berbagai bentuk. Berfungsi untuk melakukan pengamanan terbatas (limited security).
Contohnya adalah seperti yang digunakan sebagai saklar kunci kontak sepedamotor dan mobil.
SPST DIP (dual in-line package) switch
Saklar ini umumnya digunakan pada PCB (printed circuit board) | papan rangkaian tercetak elektronik, untuk meilih berbagai konfigurasi operasi.
Contohnya adalah seperti yang digunakan pada PCB komputer.
PTM (push to make) switch | NOPB (normaly-open push-button)
PTB (push to-break) switch) | NCPB (normaly-close push-button)
Saklar tekan, tombol atau kancing-tekan (push button) adalah saklar yang beroperasi dengan cara ditekan, dan jenis berbeda melakukan dua fungsi berbeda, dimana,
PTM (push to make) switch | NOPB (normaly-open push-button) adalah tombol menutup sirkuit bila ditekan, dan
PTB (push to-break) switch) | NCPB (normaly-close push-button) adalah tombol yang membuka sirkuit bila ditekan. Jika tekanan dilepaskan atau terjadi tekanan berikutnya, maka akan menormalkan kembali tombol ke posisi semula dan sirkuit kembali ke status semula.
Contoh tombol PTM | NOPB adalah seperti yang digunakan sebagai tombol klakson sepedamotor dan mobil.
Contoh tombol PTB | NCPB adalah seperti yang digunakan sebagai tombol penyala lampu penerangan-dalam pada pintu kulkas dan pintu mobil, dimana lampu padam bila pintu ditutup dan sebaliknya menyala bila pintu dibuka..
SPDT (single-pole double-throw) switch | SPSS (single-pole selector switch)
Saklar kutub-tunggal lemparan-ganda.Umumnya digunakan sebagai saklar pemilih (selector) dua sirkuit, atau sebagai pengganti pasangan dua saklar SPST untuk efisiensi.
com = common | shared contact point, atau titik kontak umum | bersama.
SPDT rocker switch
SPDT toggle switch
SPDT slide switch
SPDT micro switch
Saklar mikro bisa sangat kecil. Biasanya dipasang pada suatu lengan yang ketika tertekan karena dipegang membuat klik saklar sehingga sirkuit menutup.
Saklar ini meski sangat kecil tapi sangat berguna dalam berbagai perangkat listrik dan elektronik, antara lain sebagai saklar keselamatan (safety switch) yang menghindarkan dan mencegah peguna dari sengatan listrik yang tak perlu terjadi dan menahan arus listrik terus-menerus mengalir ketika tak diperlukan. Ketika saklar mikro membuka dengan sendirinya sirkuit listrik pun terputus.
DPST (doube-pole single-throw) switch
Saklar kutub-ganda lemparan-tunggal. Digunakan untuk memutus atau menghubungkan sambung dua jalur kelistrikan sekaligus. Biasanya satu kutub untuk listrik positiv dan satu kutub untuk listrik negativ.
DPST rocker switch
DPDT (double-pole double-throw) switch | DPSS (double-pole selector switch)
Saklar kutub-ganda lemparan-ganda.Umumnya digunakan sebagai saklar pemilih (selector) dua sirkuit, atau sebagai pengganti pasangan dua saklar SPDT atau sebagai pengganti pasangan dua saklar DPST untuk efisiensi.
DPDT slide switch
Saklar geser kutub-ganda lemparan-ganda.
Contoh saklar geser DPDT adalah seperti yang digunakan sebagai saklar pemilih lampu belok (turn lampu, sign lamp) sepedamotor.
TPST (triple-pole single-throw) switch
Saklar kutub-tiga lemparan-tunggal. Digunakan untuk memutus atau menghubungkan sambung tiga jalur kelistrikan sekaligus.
MPST (multi-pole single-throw) switch | push-button
Saklar | tombol kutub-rangkap. Digunakan untuk memutus atau menghubungkan sambung beberapa jalur kelistrikan sekaligus.
______________________________
Sumber: heribudi.blogspot.com
Charger HP Di Motor ku
Wadah Dit
bahan dan alat-alatnya
1. Belilah charger HP yang biasanya digunakan pada mobil 12V sesuai dengan merek HP anda.
2. Siapkan solder, saklar kecil, timah, dan kabel secukupnya.
3. Bongkar casing charger mobil yang di beli tadi, cari polaritas + dan - pada PCB, lepaskan kabel yang tersolder pada PCB tersebut ganti dengan kabel yang kira-kira sampai untuk menghubungkan charger ke aki motor, pasanglah saklar On/Off pada charger tersebut. setelah selesai.
Gambar 1
4. tutup kembali cassing charger. tempatkan charger tersebut dibagasi yang tidak terkena air jika hujan turun maupun saat mencuci motor.
Gambar 2
5. Pasang kabel yang telah disolder tadi ke accu dengan syarat jangan sampai polaritasnya terbalik (positif charger Ke positif accu dan negatif charger ke negatif accu).
6. Lalu, cobalah melakukan pengecasan HP anda, jika indikator batrai berjalan maka pemasangan charger HP di motor anda berhasil.
Gambar 4
Copy Right www.singkutseven
bahan dan alat-alatnya
1. Belilah charger HP yang biasanya digunakan pada mobil 12V sesuai dengan merek HP anda.
2. Siapkan solder, saklar kecil, timah, dan kabel secukupnya.
3. Bongkar casing charger mobil yang di beli tadi, cari polaritas + dan - pada PCB, lepaskan kabel yang tersolder pada PCB tersebut ganti dengan kabel yang kira-kira sampai untuk menghubungkan charger ke aki motor, pasanglah saklar On/Off pada charger tersebut. setelah selesai.
Gambar 1
4. tutup kembali cassing charger. tempatkan charger tersebut dibagasi yang tidak terkena air jika hujan turun maupun saat mencuci motor.
Gambar 2
5. Pasang kabel yang telah disolder tadi ke accu dengan syarat jangan sampai polaritasnya terbalik (positif charger Ke positif accu dan negatif charger ke negatif accu).
6. Lalu, cobalah melakukan pengecasan HP anda, jika indikator batrai berjalan maka pemasangan charger HP di motor anda berhasil.
Gambar 4
Copy Right www.singkutseven
Kode warna kabel sepeda Motor
Wadah Dit
1. HONDA
* Hijau : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
* Merah : (+) aki
* Hitam : (+) kunci kontak
* Putih : (+) alternator pengisian
* (+) lampu dekat
* Kuning : (+) arus beban ke saklar lampu
* Biru : (+) lampu jauh
* Abu-abu : (+) flasher
* Biru Laut : (+) sein/reting kanan
* Oranye : (+) sein/reting kiri
* Coklat : (+) lampu kota
* Hitam-Merah : (+) spul CDI
* Hitam-Putih : (+) kunci kontsk
* Hitam-Kuning: (+) koil
* Biru-Kuning : (+) pulser CDI
* Hijau-Kuning: (+) lampu rem
2. YAMAHA
* Hitam : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
* Hijau : (+) arus beban penerangan
* Merah : (+) arus positif dari aki
* Kuning : (+) lampu jauh
* Coklat : (+) sein/reting kiri
* Hijau : (+) arus beban (penerangan, dll)
* Putih-Merah : (+) pulser CDI
* Hijau-Hitam : (+) rem
3. SUZUKI
* Hitam-Putih : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
* Putih-Merah : (+) pengisian dari magnet
* Putih-Biru : (+) koil ke CDI
* Putih-Hitam : (+) lampu rem
* Kuning-Putih: (+) penerangan/lampu
* Biru-Kuning : (+) pulser ke CDI
* Merah : (+) aki
* Oranye : (+) kunci kontak
* Abu-abu : (+) lampu belakang
* Hijau Muda : (+) Sein/reting kanan
* Hitam : (+) sein/reting kiri
4. KAWASAKI
* Hitam-Kuning: (-) masa, berlaku untuk semua negatif
* Putih-Merah : (+) aki
* Merah-Hitam : (+) lampu jauh
* Merah-Kuning: (+) lampu dekat
* Abu-abu : (+) Sein/reting kanan
* Hijau : (+) sein/reting kiri
* Biru : (+) lampu rem
* Merah : (+) lampu belakang
* Coklat : (+) klakson
1. HONDA
* Hijau : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
* Merah : (+) aki
* Hitam : (+) kunci kontak
* Putih : (+) alternator pengisian
* (+) lampu dekat
* Kuning : (+) arus beban ke saklar lampu
* Biru : (+) lampu jauh
* Abu-abu : (+) flasher
* Biru Laut : (+) sein/reting kanan
* Oranye : (+) sein/reting kiri
* Coklat : (+) lampu kota
* Hitam-Merah : (+) spul CDI
* Hitam-Putih : (+) kunci kontsk
* Hitam-Kuning: (+) koil
* Biru-Kuning : (+) pulser CDI
* Hijau-Kuning: (+) lampu rem
2. YAMAHA
* Hitam : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
* Hijau : (+) arus beban penerangan
* Merah : (+) arus positif dari aki
* Kuning : (+) lampu jauh
* Coklat : (+) sein/reting kiri
* Hijau : (+) arus beban (penerangan, dll)
* Putih-Merah : (+) pulser CDI
* Hijau-Hitam : (+) rem
3. SUZUKI
* Hitam-Putih : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
* Putih-Merah : (+) pengisian dari magnet
* Putih-Biru : (+) koil ke CDI
* Putih-Hitam : (+) lampu rem
* Kuning-Putih: (+) penerangan/lampu
* Biru-Kuning : (+) pulser ke CDI
* Merah : (+) aki
* Oranye : (+) kunci kontak
* Abu-abu : (+) lampu belakang
* Hijau Muda : (+) Sein/reting kanan
* Hitam : (+) sein/reting kiri
4. KAWASAKI
* Hitam-Kuning: (-) masa, berlaku untuk semua negatif
* Putih-Merah : (+) aki
* Merah-Hitam : (+) lampu jauh
* Merah-Kuning: (+) lampu dekat
* Abu-abu : (+) Sein/reting kanan
* Hijau : (+) sein/reting kiri
* Biru : (+) lampu rem
* Merah : (+) lampu belakang
* Coklat : (+) klakson
Senin, 09 Mei 2011
CARA PASANG RELAY UNTUK KLAKSON/ LAMPU TAMBAHAN
Wadah Dit
Berikut komponen yang diperlukan untuk project ini..
- Socket Relay merek Bosch + terminal konektornya
- Relay Bosch 4 kaki tipe ?0 332 019 453?
- Fuse Box (kotak sikring) + terminal konektornya
- Fuse / Sikring yang disesuaikan dengan beban arusnya .. misalnya 10 Ampere.
- Kabel tebal serabut diameter 5mm
- Terminal Ring 10mm.
Cara Pasang..
Ada 2 macam sistem pelistrikan untuk Klakson atau Lampu, yaitu yang dikontrol oleh tegangan positif dan tegangan negatif.
Biasanya sistem yang dikontrol oleh tegangan Negatif menggunakan 2 kabel. Dimana satu kabel untuk ke positif dan satu lagi ke saklar pengontrol.
Sistem yang dikontrol oleh tegangan Positif, biasanya menggunakan 1 kabel saja dari saklar pengontrol. Kabel satunya lagi mengambil negatif dari ground atau body.
NEGATIVE SYSTEM:
Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu).
Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).
Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)
Kaki Relay nomor 86 mnuju salah satu Kabel klakson (B)
Pemasangan kabel dari kaki 85 dan 86 boleh terbolak balik polaritasnya.
Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!
POSITIVE SYSTEM:
Gambar di bawah memperlihatkan kabel standar yang menuju klakson dipotong.
Untuk bagian yang atas kita beri kode A, dan bagian yang menuju klakson kita beri kode B.
Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu).
Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).
Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)
Kaki Relay nomor 86 dihubungkan ke body mobil/motor (negatif/ground).
Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!
Nah.. semoga penjelasan di atas bisa mudah dimengerti, dan rekan-rekan bisa pasang sendiri klakson barunya.
Rangkaian di atas sama penerapannya untuk pemasangan lampu tambahan atau merubah lampu ke daya yang lebih besar.
Manfaat yang didapat dengan menggunakan rangkaian relay ini adalah:
klakson akan bersuara lebih keras/lantang atau lampu akan menyala lebih terang.
- saklar klakson / lampu akan lebih awet.
Semoga membantu.
motorsport
Berikut komponen yang diperlukan untuk project ini..
- Socket Relay merek Bosch + terminal konektornya
- Relay Bosch 4 kaki tipe ?0 332 019 453?
- Fuse Box (kotak sikring) + terminal konektornya
- Fuse / Sikring yang disesuaikan dengan beban arusnya .. misalnya 10 Ampere.
- Kabel tebal serabut diameter 5mm
- Terminal Ring 10mm.
Cara Pasang..
Ada 2 macam sistem pelistrikan untuk Klakson atau Lampu, yaitu yang dikontrol oleh tegangan positif dan tegangan negatif.
Biasanya sistem yang dikontrol oleh tegangan Negatif menggunakan 2 kabel. Dimana satu kabel untuk ke positif dan satu lagi ke saklar pengontrol.
Sistem yang dikontrol oleh tegangan Positif, biasanya menggunakan 1 kabel saja dari saklar pengontrol. Kabel satunya lagi mengambil negatif dari ground atau body.
NEGATIVE SYSTEM:
Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu).
Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).
Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)
Kaki Relay nomor 86 mnuju salah satu Kabel klakson (B)
Pemasangan kabel dari kaki 85 dan 86 boleh terbolak balik polaritasnya.
Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!
POSITIVE SYSTEM:
Gambar di bawah memperlihatkan kabel standar yang menuju klakson dipotong.
Untuk bagian yang atas kita beri kode A, dan bagian yang menuju klakson kita beri kode B.
Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu).
Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).
Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)
Kaki Relay nomor 86 dihubungkan ke body mobil/motor (negatif/ground).
Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!
Nah.. semoga penjelasan di atas bisa mudah dimengerti, dan rekan-rekan bisa pasang sendiri klakson barunya.
Rangkaian di atas sama penerapannya untuk pemasangan lampu tambahan atau merubah lampu ke daya yang lebih besar.
Manfaat yang didapat dengan menggunakan rangkaian relay ini adalah:
klakson akan bersuara lebih keras/lantang atau lampu akan menyala lebih terang.
- saklar klakson / lampu akan lebih awet.
Semoga membantu.
motorsport
Langganan:
Komentar (Atom)
















